This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Rabu, 28 September 2011
Rabu, 06 Juli 2011
Perbandingan dengan Uap Distillation-Liquid/Liquid Ekstraksi dan Ekstraksi Soxhlet
08.56
No comments
MAKALAH
KIMIA ANALISIS DASAR
Simultan Ekstraksi Destilasi Atsiri Flavor Beberapa Komponen dari Pu-erh Tea, Sampel Perbandingan dengan Uap Distillation-Liquid/Liquid Ekstraksi dan Ekstraksi Soxhlet
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kimia Analisis Dasar
Dosen pembimbing
Beghum Fauziah M.farm
Di susun oleh :
M.Ichya’uddin (09630034)
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
MAULANA MALK IBRAHIM
FAKULTAS SAINS dan TEKNOLOGI
JURUSAN KIMIA
2010
Latar Belakang
Teh Pu-erh merupakan spesies teh khusus di Cina dan telah menjadi salah satu minuman paling populer di barat daya China dan Asia Tenggara, karena sifat khusus avour dan manfaat kesehatan, dimana melalui proses pasca-fermentasi khusus, menggunakan teh hijau mentah dibuat dari daun C. sinensis var. assamica sebagai bahan asli [2]. Karena teh Pu-erh memiliki avour mabuk dan rasa rendah stimulasi di infus teh [1] yang mungkin cocok untuk menembah nafsu makan perempuan, beberapa tahun terakhir, minat avor dan sifat sehat dan penyelidikan ilmiah terkait meningkatkan [3, 4]. Sampai sekarang, sedikit informasi tentang hubungan antara komposisi kimia untuk avor yang tersedia.
Dalam rangka untuk mengeksplorasi di uence dari komponen untuk avor, rasa, dan analisis kuantitatif kualitas komponen utama avor volatil dalam teh Pu-erh adalah salah satu prosedur kunci. Persiapan sampel merupakan langkah penting dalam prosedur analitis untuk minum teh Pu-erh. teknik ekstraksi Kompatibel dapat memberikan hasil yang meyakinkan untuk penentuan komponen target. Untuk analisis komponen volatile atau perekat bagian minyak TiAl, teknik ekstraksi, termasuk ekstraksi Soxhlet [7], cairan-cairan ekstraksi (LLE) [8], ekstraksi distilasi pelarut simutaneous (SDE) [9], microextraction fasa padat (SPME) [10], dan microextraction head space (HSME) [11] dan sebagainya, telah digunakan untuk matices berbeda.
Dalam rangka untuk mengeksplorasi di uence dari komponen untuk avor, rasa, dan analisis kuantitatif kualitas komponen utama avor volatil dalam teh Pu-erh adalah salah satu prosedur kunci. Persiapan sampel merupakan langkah penting dalam prosedur analitis untuk minum teh Pu-erh. teknik ekstraksi Kompatibel dapat memberikan hasil yang meyakinkan untuk penentuan komponen target. Untuk analisis komponen volatile atau perekat bagian minyak TiAl, teknik ekstraksi, termasuk ekstraksi Soxhlet [7], cairan-cairan ekstraksi (LLE) [8], ekstraksi distilasi pelarut simutaneous (SDE) [9], microextraction fasa padat (SPME) [10], dan microextraction head space (HSME) [11] dan sebagainya, telah digunakan untuk matices berbeda.
Penentuan Kadar Phospat Dalam Air Limbah Dengan Metode Asam Basa
08.53
1 comment
MAKALAH
KIMIA ANALISIS DASAR
Penentuan Kadar Phospat Dalam Air Limbah Dengan Metode Asam Basa
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kimia Analisis Dasar
Dosen pembimbing
Diana Chandra Dewi M.Si

Di susun oleh :
M.Ichya’uddin (09630034)
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
MAULANA MALK IBRAHIM
FAKULTAS SAINS dan TEKNOLOGI
JURUSAN KIMIA
2010
BAB 1
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Senyawa fosfat dalam air limbah akan menimbulkan permasalahan bagi lingkungan perairan. Tanah dapat dimanfaatkan untuk pengolahan air limbah dalam rangka mengurangi pencemaran lingkungan menyebabkan suatu fenomena yang disebut eutrofikasi (pengkayaan nutrien). Untuk mencegah kejadian tersebut, air limbah yang akan dibuang harus diolah terlebih dahulu untuk mengetahui kandungan fosfat sampai pada nilai.
Kandungan phosphat yang tinggi menyebabkan suburnya algae dan organisme lainnya. Phosphat kebanyakan berasal dari bahan pembersih yang mengandung senyawa phosphat. Dalam industri kegunaan phosphat terdapat pada ketel uap untuk mencegah kesadahan. Maka pada saat penggantian air ketel, buangan ketel ini menjadi sumber phosphat. Pengukuran kandungan phosphat dalam air limbah berfungsi untuk mencegah tingginya kadar phosphat sehingga tidak merangsang pertumbuhan tumbuh-tumbuhan dalam air. Sebab pertumbuhan subur akan menghalangi kelancaran arus air. Pada danau suburnya tumbuh-tumbuhan air akan mengakibatkan berkurangnya oksigen terlarut dan kesuburan tanaman lainnya.
Pada analisis ini kandungan phospat dalam air limbah diketahui dengan cara titrasi asam basa yakni dengan menggunakan pembakuan terhadap titran terlebih dahulu. Sehingga diharapkan diketahui kandungan phospat dalam air limbah dengan menggunakan metode titrasi asam basa ini.
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana mengetahui atau menentukan kadar phospat dalam air limbah dengan menggunakan metode titrasi asam basa
1.3 Tujuan
Untuk mengetahui kandungan phospat dalam air limbah dengan menggunakan metode asam basa.
BAB II
ISI
2.1 Dasar Teori
2.1.1 Analisis Tritimetri
Analisis titrimetri dilakukan untuk mengetahui konsentrasi larutan yang belum diketahui dengan menggunakan larutan baku. Analisis tritimetrik disebut juga volumetri karena dalam pelaksanaannya diperoleh data yaitu volume larutan pereaksi baku dan volume larutan sampel. Larutan baku merupakan larutan yang telah diketahui secara tepat konsentrasinya. Jika suatu pereaksi dapat diperoleh dalam keadaan murni, maka untuk memperoleh larutan dengan konsentrasi tertentu cukup dilakukan penimbangan dengan teliti. jumlah tertentu pereaksi tersebut dan dilarutkan dalam volum tertentu. Larutan baku yang diperoleh dengan cara ini dinamakan larutan baku primer.
Suatu zat dapat menjadi baku primer jika memenuhi persyaratan-persyaratan berikut: 1. mudah diperoleh, dimurnikan dan dikeringkan (jika mungkin pada suhu 110-120 C) dan disimpan dalam keadaan murni. 2. tidak bersifat higroskopis dan tidak berubah berat selama penimbangan di udara. 3. zat tersebut dapat diuji kadar pengotornya dengan uji kuantitatif dan kepekaan tertentu. 4. sedapat mungkin mempunyai massa relatif atau massa ekivalen yang besar, sehingga kesalahan karena penimbangan dapat diabaikan. 5. zat tersebut harus mudah larut dalam pelarut yang dipilih. 6. reaksi yang berlangsung dengan pereaksi tersebut harus bersifat stoikiometrik dan langsung. kesalahan titrasi harus dapat diabaikan (tidak berpengaruh), atau dapat ditentukan secara tepat dan mudah.
Dalam praktek, zat baku primer yang ideal sukar diperoleh dan toleransi pada persyaratan diatas dapat dilakukan. Zat-zat yang biasa digunakan sebagai zat baku primer pada titrasi asam basa adalah antara lain, natrium(I) karbonat, natrium(I) tetraborat, kalium hidrogen ftalat, asam klorida dengan titik didih tetap, asam bensoat dan asam suksinat.
Cara pembakuan terbaik adalah dengan memakai jenis reaksi yang sama dengan macam reaksi yang terjadipada pemakaian larutan yang dilakukan tersebut. Larutan yang di bakukan terhadap larutan baku primer dinamakan larutan baku sekunder.
2.1.2 Titrasi Asam Basa
Titrasi adalah pengukuran suatu larutan dari suatu reaktan yang dibutuhkan untuk bereaksi sempurna dengan sejumlah reaktan tertentu lainnya. Titrasi asam basa adalah reaksi penetralan. Jika larutan bakunya asam disebut asidimetri dan jika larutan bakunya basa disebut alkalimetri.
Titrasi asam basa merupakan titrasi yang dapat memberikan titik akhir yang cukup tajam dan untuk itu digunakan pengamatan dengan menggunakan indikator bila PH pada titik ekivalen antara 4-10. Demikian juga titik akhir titrasi akan tajam pada titrasi asam ataupun basa lemah jika pentitrasiannya adalah basa atau asam kuat dengan perbandingan tetapan disosiasiasam lebih besar dari 104. Selama titrasi asam basa, PH larutan berubah secara drastis bila volume titrannya mencapai titik ekivalen. Pada reaksi asam basa, proton di transfer dari satu molekul ke molekul yang lain. Dalam air, proton biasanya tersolvasi sebagai H3+ O. Reaksi asam basa barsifat reversibel. Reaksi dapat digambarkan sebagai berikut:
HA + H2O → H3+ O + A- air sebagai basa
B + H2O → BH+ + OH- air sebagai asam
Disini [ A ] adalah basa konjugasi, H + B adalah asam konjugasi.
Sebagian besar titrasi asam basa dilakukan pada temperatur kamar, kecuali titrasi yang meliputi basa-basa yang mengandung CO2. Jadi titrasi dengan menggunakan Na2CO3 dilakukan dengan temperatur 0o C. Temperatur mempengaruhi titrasi asam basa. PH dan perubahan indikator tergantung secara tidak langsung. Pada temperatur. Ini disebabkan karena perubahan kesetimbangan asam basa dengan temperatur. KA akan bertambah besar dengan kenaikan temperatur sampai suatu batas tertentu., kemudian akan aturun kembali pada kenaikan lebih lanjut. Ini sesuai dengan turunnya tetapan dielektrikum air dengan kenaikan temperatur sehingga air sulit untuk memisahkan muatan ionik. Jika tetapan ionisasi makin kecil, maka makin tergantung pada temperatur.
2.1.3 Indikator Asam Basa
Indikator asam basa adalah zat yang berubah aatau membentuk flouresen atau kekeruhan pada suatu range (trayek) PH tertentu. Indikator asam basa merupakan asam lemah atau basa lemah (senyawa organik) yang dalam larutannya warna molekul-molekulnya berbeda dengan warna ion-ionnya. Zat indikator dapat berupa asam atau basa yang larut, stabil, dan menunjukkan perubahan warna yang kuat.Indikator asam-basa terletak pada titik ekivalen dan ukuran dari pH. Indikator asam basa terletak pada titik ekivalen dan ukuran dari pH. Perubahan warna yang terjadi di karenakan adanya resonansi isomer elektron. Berbagai indikator mempunyai tetapan ionisasi yang berbeda dan akibatnya mereka menunjukan warna pada range pH tertentu.
Beberapa indikator asam basa
| Indikator | Perubahan warna | Pelarut | |
| Asam | Basa | ||
| Thimol biru | Merah | Kuning | Air |
| Metil kuning | Merah | Kuning | Etanol 90% |
| Metil jingga | Merah | Kuning-jingga | Air |
| Metil merah | Merah | Kuning | Air |
| Bromtimol biru | Kuning | Biru | Air |
| Fenolftalein | Tak berwarna | Merah-ungu | Etanol 70% |
| thimolftalein | Tak berwarna | biru | Etanol 90% |
2.2 Pembahasan
2.2.1 pembakuan asam klorida
Pada pembakun larutan HCl digunakan larutan tetraborat dekahidrat sebagai larutan baku primer dalam pembakuan ini. Hal ini karena larutan tetraborat dekahidrat mempunyai beberapa keuntungan diantaranya:
1. mempunyai massa relative yang cukup besar
2. mudah dimurnikan dengan cara penghambluran kembali.
3. Tidak perlu melekukan pemanasan untuk mendapatkan berat tetap
4. Selain itu larutan intitik akhir tajam dengan memakai indikator metil orange pada suhu kamar, karena indikator ini tidak berpengaruh pada asam borat yang sangat lemah.
5. Serta tidak bersifat higroskopis.
Pembakuan ini sendiri berfungsi untuk menentukan konsentrasi dari asam klorida. Pada pembakuan larutan HCl ini ditambahkan indicator asam basa sebelum berlangsungnya titrasi, sehingga pada titik akhir titrasi terjadi perubahan warna. Pada titrasi penbakuan asam klorida ini, indicator yang dipakai adalah indikator metil orange. Indicator metal orange sendiri merupakan indicator asam basa yang yang banyak digunakan dalam titrasi. Pada larutan yang bersifat basa, metil orange berwarna kuning dan pada waktu bersifat asam berwarna merah atau pink (merah muda). Struktur dari metil orange adalah:

Sekarang, kita mungkin berfikir bahwa ketika menambahkan asam, ion hidrogen akan ditangkap oleh yang bermuatan negatif oksigen. Itulah tempat yang jelas untuk memulainya. Pada faktanya, ion hidrogen tertarik pada salah satu ion nitrogen pada ikatan rangkap nitrogen-nitrogen untuk memberikan struktur yang dapat dituliskan seperti berikut ini:

Indikator tidak berubah warna dengan sangat mencolok pada satu pH tertentu (diberikan oleh harga pKind-nya). Akan tetapi mengubah sedikit rentang pH. Dengan mengasumsikan kesetimbangan benar-benar mengarah pada salah satu sisi, dimana dilakukan penambahan sesuatu untuk memulai pergeseran tersebut. Selama terjadi pergeseran kesetimbangan, akan di dapatkan lebih banyak lagi pembentukan warna yang kedua, dan pada beberapa titik mata akan mulai mendeteksinya.
Apabila digunakan indikator metil jingga pada larutan yang bersifat basa maka warna yang dominan adalah kuning. Akan tetapi pada saat terjadi titrasi, larutan asam yang masuk yaitu larutan natrium tetraborat sedikit demi sedikit memberikan warna merah. Hal itu terjadi karena titik kesetimbangan mulai bergeser. Selama melakukan penambahan asam lebih banyak, warna merah akhirnya akan menjadi dominan yang mana tidak lagi terlihat warna kuning ketika mencapai titik akhir titrasi. Terjadi perubahan kecil yang berangsur-angsur dari satu warna menjadi warna yang lain, menempati rentang pH.
Pada proses titrasi ini terjadi reaksi antara asam klorida (HCl) dengan natrium tetrahidrat sebagai berikut:
Na2B4O7 10 H2O +2HCl → 2NaCl +4H3BO4+5H2O
Pada reaksi tersebut dapat diketahui bahwa natrium tetra hidrat ditambahkan dengan asam klorida menghasilkan asam tetra hidrat dan garam NaCl. Dimana pada reaksi taersebut atom H pada Cl berikatan dengan B4O7 sedangkan ion Na berikatan dengan Cl yang membentuk garam.
2.2.2 Penentuan Kadar Phospat Dalam Air Limbah
Pada penentuan kadar phospat dalam air limbah ini, identifikasi dari senyawa phospat tersebut dilakukan dengan metode titrasi asam basa. Pada penentuan ini juga sampel yang digunakan adalah air limbah dimana diperkirakan dalam air limbah banyak kandungan-kandungan selain phospat.
Kandungan phosphat yang tinggi menyebabkan suburnya algae dan organisme lainnya. Phosphat kebanyakan berasal dari bahan pembersih yang mengandung senyawa phosphat. Dalam industri kegunaan phosphat terdapat pada ketel uap untuk mencegah kesadahan. Maka pada saat penggantian air ketel, buangan ketel ini menjadi sumber phosphat. Pengukuran kandungan phosphat dalam air limbah berfungsi untuk mencegah tingginya kadar phosphat sehingga tidak merangsang pertumbuhan tumbuh-tumbuhan dalam air. Sebab pertumbuhan subur akan menghalangi kelancaran arus air. Pada danau suburnya tumbuh-tumbuhan air akan mengakibatkan berkurangnya oksigen terlarut dan kesuburan tanaman lainnya.
Pada penentuan kadar phospat pada air limbah ini, di ambil cuplikan sampel secara kuantitatif. kemudian sampel tersebut ditentukan kadar konsentrasinya agar ketika proses titrasi, titik akhir titrasi lebih cepat tercapai. Kemudian sampel tersebut ditambahkan indikator pp sebagai indikator perubahan warna pada proses titrasi. Indikator pp atau phenolftalein merupakan indikator titrasi yang lain yang sering digunakan, dan fenolftalein ini merupakan bentuk asam lemah yang lain.
Pada kasus ini, asam lemah tidak berwarna dan ion-nya berwarna merah muda terang. Penambahan ion hidrogen berlebih menggeser posisi kesetimbangan ke arah kiri, dan mengubah indikator menjadi tak berwarna. Penambahan ion hidroksida menghilangkan ion hidrogen dari kesetimbangan yang mengarah ke kanan untuk menggantikannya mengubah indikator menjadi merah muda. Phenolftalein bekerja pada kisaran ph 8-9,6. Sehingga diharapkan ketika telah tercapai titik akhir titrasi terjadi warna akibat dari pemberian indikator, karena terjadi pergeseran rentan ph sehingga terjadi perubahan warna. Setelah penambahan indikator yang berfungsi untuk indikasi ketika terjadi titik akhir titrasi pada proses titrasi, sampel dititrasikan dengan larutan HCl sehingga ketika terjadi titik akhir titrasi phospat akan terikat pada atom H+ sehingga terbentuk asam phospat. Reaksi tersebut dapat dituliskan sebagai berikut:
PO4-2 + HCl → H2PO4 + Cl
Pada saat titik akhir titrasi tercapai larutan atau sampel mengalami perubahan warna dari bening karena pada saat penambahan indikator dalam hal ini adalah phenolftalein sampel bersifat basa sehingga sehingga ketika ditambahkan indikator sampel menjadi pink karena phenolftalein bekerja pada kiasran ph 8-9,6. Sehingga ketika tercapai titik akhir terjadi perubahan warna menjadi bening karena terjadi pergeseran rentan ph. Dari proses titrasi ini dapat di identifikasi kadar phospat dalam air limbah.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan metode penentuan kadar phospat berdasarkan metode titrasi asam basa dalam air limbah kadar phospat dapat ditentukan dengan titrasi dengan menggunakan HCl dimana sebelumnya telah dibakukan dengan larutan baku primer. Kemudian pada waktu titrasi asam basa ini digunakan indikator larutan sebagai indikator ketika terjadinya titrasi sehingga ketika titik akhir titrasi tercapai terjadi perubahan warna yang dikarenakan terjadi pergeseran rentan ph. Kadar phospat dalam air limbah ini dapat teridentifikasi ketika proses titrasi karena atom H akan mengikat phospat sehingga akan terbentuk asam phopat (H2PO4)
DAFTAR PUSTAKA
Day, N., M., 2001, Analisis Kimia Kuantitatif, Jakarta: PT Gramedia
Khopkar, S. M., 1990, Konsep Dasar Kimia Analitis, JAKARTA: UI press
Vogel A, A TEKS Book Of Macro And Semimikro Qualitative Inorganic Analisis. longman
http://www.chem-is-try.org/ karakteristik-kimia-limbah-cair
PLTN
08.49
No comments
MAKALAH KIMIA DASAR II
PLTN
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kimia Dasar II
Dosen Pembimbing :
Anton Prasetyo, M.Si

Di Susun Oleh :
M. ICHYA’UDDIN (09630034)
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
MAULANA MALIK IBRAHIM
FAKULTAS SAINS dan TEKNOLOGI
JURUSAN KIMIA
2010
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dampak lingkungan yang menunjukan semakin berkurangnya sumber energi minyak bumi atau gas alamyang ada di bumi memaksa kita untuk mencari dan mengembangkan sumber energi baru. Banyak pembangkit tenaga yang dikembangkan contohkan tenaga uap, gas alam, batu bara, angin dan panas bumi serta matahari. Dikatakan lagi Salah satu alternatif sumber energi baru yang potensial datang dari energi nuklir. Meski dampak dan bahaya yang ditimbulkan amat besar, tidak dapat dipungkiri bahwa energi nuklir adalah salah satu alternatif sumber energi yang layak diperhitungkan.
Isu energi nuklir yang berkembang saat ini memang berkisar tentang penggunaan energi nuklir dalam bentuk bom nuklir dan bayangan buruk tentang musibah hancurnya reaktor nuklir di Chernobyl . Isu-isu ini telah membentuk bayangan buruk dan menakutkan tentang nuklir dan pengembangannya. Padahal, pemanfaatan yang bijaksana, bertanggung jawab, dan terkendali atas energi nuklir dapat meningkatkan taraf hidup sekaligus memberikan solusi atas masalah kelangkaan energi hal ini dikarenakan pemanfaatan energi nuklir dapat memberikan energi yang lebih besar dari pada pembangkit yang lain dengan biaya operasional yang relative lebih rendah.
2.1 rumusan masalah
1`. Bagaimana peranan energi nuklir serta fungsinya?
2. Bagaimana dampak dari pada energi nuklir ?
BAB II
DASAR TEORI
2.1 fisi Nuklir
Cakupan kimia inti mungkin agak sempit jika kajiannya terbatas hanya pasa unsure-unsur radioaktif alami. Akan tetapi percobaan oleh Rutherford , telah memunculakan kemungkinan dihasilkannya radioaktif secara buatan. Ketika ia memborbardir sampel uranium dengan partikael beta, reaksi berikut berlangsung :
Transmutasi inti berbeda dengan dari peluruhan radioaktif karena transmutasi inti terjadi akibat tumbukan dua parikel. Pemercapatan pertikel menggunakan medan listrik dan medan magnet untuk meningkatkan energy kinetic dari spesi bermuatan supaya reaksi bisa terjadi. Mengubah-ubah polaritas pada pelat-pelat yang dibangun secara khusus untuk mempercepat partikel disepanjang lintasan spiral. Ketika partikel mempunyai energy yang cukup untuk mengawali reaksi inti yang diinginkan, partikel akaan di pandu keluar dari pemercapat dan akan bertumbukan dengan zat target. [1]
Secara umum, energi nuklir dapat dihasilkan melalui dua macam mekanisme, yaitu pembelahan inti atau reaksi fisi dan penggabungan beberapa inti melalui reaksi fusi. Di sini akan dibahas salah satu mekanisme produksi energi nuklir, yaitu reaksi fisi nuklir. Sebuah inti berat yang ditumbuk oleh partikel (misalnya neutron) dapat membelah menjadi dua inti yang lebih ringan dan beberapa partikel lain. Mekanisme semacam ini disebut pembelahan inti atau fisi nuklir
Pada tahun 1939 dua orang ahli kimia bangsa jerman, otto Hahn dan fritz strassman, menemukan bahwa apabila uranium ditembaki dengan neutron yang kecepetannya relatif lebih rendah yang disebut neutron termal (neutron dengan energy kinetic yang menempatkannya dalam kesetimbangan termal dengan sekelilingnya), hasil yang tidak dapat diduga adalah isotop Bad an Kr. Segera diperlihatkan oleh ahli fisika lise Meitner dan otto Frisch bahwa inti dari isotop uranium yang mengabsorbsi neutron yang lambat ini. Isotop uaranium yang tidak stabil kemudian meluruh, menghasilkan dua bagian yang lebih ringan dan tambahan neutron. Proses yang ditemukan ini dinamakan pembelahan inti (fisi), dimana sebuah inti atom terbagi menjadi dua bagian yang hamper sama. Juga ditemukan juga bahwa sejumlah besar energy dipancarkan. [2]
Energy dalam jumlah besar yang asli pada pembelahan inti dapat diketahui dengan melihat hasil dari pembelahannya. Untuk unsure-unsur yang sangat berat seperti uranium, energy ikatan per nukleonnya lebih sedikit dibandingkan unsure-unsur dengan masa sedang. Oleh karena itu apabila inti uranium-235 membelah, inti yang baru mempunyai energy ikatan dan defek masa yang lebih besar. Sebagai akibatnya, apabila hasil pembelahan terbentuk, ada penurunan jumlah massa dari system, . Mekanisme ini yang terjadi di dalam bom nuklir yang menghasilkan ledakan yang dahsyat. Jadi, reaksi fisi dapat membentuk reaksi berantai tak terkendali yang memiliki potensi daya ledak yang dahsyat dan dapat dibuat dalam bentuk bom nuklir. Pembelahanannya dapat ditunjukan pada gambar sebagai berikut.(diakses pada tanggal 11 juni 2010 pada pukul 20.30 dengan alamat www. netsains.com)


Jumlah minimum yang diperlukan dari isotop fisil untuk menopang rantai reaksi ini dimana untuk membangkitkan reaksi rantai inti sehinga dapat berlangsung sendiri disebut massa kritis. Dalam kasus ini, sebagaian besar neutron akan menangkap inti uranium-235 dan reaksi rantai akan terjadi. Dalam bom atom, dua masa subkritis dari uranium-235 atau plutonium-239 disatukan secar cepat untuk mendapatkan suatu massa kritis dan ledakan nuklir. [4]
Reaktor nuklir
Suatu penerapan damai tetapi kontroversial dari fisi inti ialah pembangkitan listri menggunkan kalor yang dihasilkan dari reaksi rantai terbatas yang dilakukan dalam suatu reactor nuklir. Saat ini, reactor nullir menyediakan sekitar 20 persen energy listrik di amerika serikat.hal ini memang kecil akan tetapi cukup berkontribusi pada produksi energy Negara tersebut.
Dalam rector nuklir, pembelahan dikendalikan, cukup lambat untuk menghindari reaksi inti berantai tetapi cukup cepat untuk menghasilkan sejumlah energy yang berguna. Reaksi dikendalikan melelui dua jalan. Pertama, konsentrasi dari isotop fisil relative rendah kurang lebih 2 sampai 4 persen, untuk terjadinya ledakan nuklir, uranium atau plutonium yang murni diperlukan.
Sebenarnya semua pabrik nuklir selkarang beroperasi dengan prinsip yqang sama. Panas reaksi yang ditimbulkan dalam reaksi pembelahan di pindahkan ke sebuah pendingin yang mengelilingi reactor. Kebanyakan pabrik nuklir menggunakan system air bertekanan sebagai pedingin. Tekanan tersebut menahan agar air tetap dalam bentuk cair meskipun di atas titik didih normal 100 c. dalam reactor yang menggunakan air bertekanan, pendingin utama ini memeindahkan kalor melalui alat penukar kalor ke sebuah putaran kedua.
Proses ini menghasilkan uap air untuk menggerakkan turbin listrik untuk menghasilkan listrik. Pada beberapa reactor, dikenal sebagai reactor air mendidih, hanya ada satu putaran pendingin dimana air berputar melalui pemutar dan segera di ubah menjadi uap air untuk menjalankan turbin. Ada beberapa jenis reactor nuklir yang sekarang berpoperasi di antaranya :[5]
Reactor air ringan
Sebagaian besar reactor nuklir di amerika serikat adalah reactor air ringan. Reactor ini menggunakan air ringan (H2O) sebagai moderator. Bahan bakar nuklir ini adalah uranium, biasanya dalam bentuk oksidanya. Uranium alami mengandung sekitar 0,7 persen isotop uranium-235 suatu konsentrasi yang terlalu rendah untuk mempertahankan reaksi reaksi rantai skala kecil. Supaya reactor air dapat bekerja secara efektif, uranium harus diperkaya sampai konsentrasinya mencapai 3 sampai 4 persen. reactor nuklir ini mempunyai system pendingin yang cukup canggihyamg menyerap kalor yang dilepaskan oleh reaksi inti yang mengalihkannya ke luar pusat reactor. Lalu digunakan untuk menghasilakan cukup uap air untuk menggerakkan generator listrik.[6]
Dalam hal ini, pembangkit tenaga nuklir mirip dengan pembangkit tenaga konvensional yang membakar bahan bakar fosil. Dalam kedua kasus ini diperlukan banyak air pendingin untuk mengembunkan uap air yang akan digunakan kembali. Jadi kebanyakan pembangkit yenaga nuklir di bangum didekat sungai ataupun danau. Sayangnya, metode pendinginan ini mengakibatkan pencemaran termal. [7]
Reactor air berat
Rector nuklir lain yakni reactor air berat. Reactor ini menggunakan D2O atau air berat, sebagai moderatonya. Deuterium menyerap neutron jauh kurang efisien di bandingkan hhidrogen biasa. Karena neutron yang diserap lebih sedikt, reactor ini lebih efisien dan tidak memerlukan uranium yang diperkaya. Kenyataan bahwa deuterium adalah moderator yang kurang efesien memberikan dampak negative pada kerja reactor, sebab lain banyak neutron yang bocor dari reactor. Namun hal ini bukan kelemahan yang serius. [8]
Keuntungan utama reactor air berat adalah bahwa reactor ini tidak membutuhkan sarana pengayaan uranium yang mahal. Akan tetapi, D2O harus disiapkan bias lewat destilasi bertingakat atau lewat elektrolisis air biasa, yang mahal, yang mahal karena banyaknya air yang doperlukan dalam reactor nuklir. Di Negara yang tenaga hidroelektriknya melimpah, biaya produksi D2O bias menjadi sangat murah. Sekarang, kanada merupakan satu-satunya Negara yang berhasil menggunakan reactor nuklir air berat. Kenyataannya bahwa tidak diperlukannya pengayaan uranium untuk reactor air berat membuat suatu Negara bias menikmati keuntungan energy nuklir tanpa dikait-kaitkan dengan persenjataan. [9]
Reactor pembiak
Reactor pembiak menggunakan bahan bakar uranium, akan tetapi tidak seperti rector nuklir kponvensional, reactor ini menghasilkan bahan terfisikan lebih banayak yang dihasilkan. Dalam reactor pembiak, bahan bakar uranium yang menagandung uranium-235 ataupun plutonium-239 dicampur dengan uranium-238 agar terjadi pembiakan dalam teras. Untuk setiap uranium-235 yang mengalami fisi, lebih dari satu neutron ditangkap oleh uranium-238 untuk menghasilkan plutonium-239, jadi tumbukan bahan terifikasi dapat terus meningkat sewaktu bahan bakar nuklir mulai dikonsumsi. Diperlukan sekitar 7 sampai 10 tahun untuk menghasilkan jumlah bahan yang cukup untuk mengisi reactor asli dan untuk mengisi bahan bakar reactor lain yang ukurannya sama. [10]
Interval waktu ini dinamakan waktu penggandaan (doubling time). Perkembangan reactor pembiak ini sangat lambat, Sampai sekarang, amerika serikat tidak mempunyai satu pun reactor pembiak yang beroperasi. Dan hanya beberapa yang dibangun di Negara lain seperti perancis dan rusia. Satu masalahnya ialah biaya pengembangan reactor pembiak ini yang lebih mahal dibandingakan dengan reactor konvensional. [11]
Manfaat energi nuklir
Teknologi dan teknik penggunaan nuklir dapat memberikan manfaat dan kontribusi yang sangat besar untuk pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Misalnya, nuklir dapat digunakan di bidang pertanian, seperti pemuliaan tanaman Sorgum dan Gandum dengan melalui metode induksi mutasi dengan sinar Gamma.
Di bidang kedokteran, teknik nuklir memberikan kontribusi yang tidak kalah besar, yaitu, terapi three dimensional conformal radiotherapy (3D-CRT), yang dapat mengembangkan metode pembedahan dengan menggunakan radiasi pengion sebagai pisau bedahnya. Dengan teknik ini, kasus-kasus tumor ganas yang sulit dijangkau dengan pisau bedah konvensional menjadi dapat diatasi, bahkan tanpa merusak jaringan lainnya. Di bidang energi, nuklir dapat berperan sebagai penghasil energi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). PLTN dapat menghasilkan energi yang lebih besar dibandingkan pembangkit lainnya, dengan limbah dan biaya operasi yang lebih rendah. (Di akses pada tanggal 11 juni 2010 pada pukul 20.30 WIB dengan alamat www./kompas.com)
Bahaya Energi nuklir
Sebagaimana diketahui, salah satu yang menakutkan dari keadaan darurat paa nuklir terjadi apabila kehilangan pendingin pada putaran pendingin pertama dari reactor nuklir. Pusat suhu akan naik secara cepat dan dapat menyebabkan air ada dalam putaran untuk berubah menjadiuap air. Ini dapat menghasilkan ledakan uap air, yang diperkirakan terjadi pada kecelakaan nuklir di Chernobyl . Ledakan merobek puncak reactor dan mengeluarkan hujan bahan bakar radioaktif dan hasil limbah keudara yang dapat menyebabkan pencemaran serta membahayakan pada lingkungan. [12]
Kecelakaan juga, menghadirkan banyak banyak bahaya. Kecelakaan di reactor three mile island di pennsylfania tahun 1979 adalah kejadian pertama yang mengungkap bahaya potensial dari pembangkit tenaga nuklir ke hadapan public. Kebakaran dan ledakan telah melepas banyak bahan radioaktif ke lingkungan. Akibatnnyabanyak orangyang bekerja di ekat sarana ini8 meninggal setelah beberapa minggu akibat pancaran radiasi yang keras. Efek jangka panjang dari tumpahan radioaktif akibat kecelakaan ini masih belum jelas evaluasinya, meskipun pertanian dan perternakan jelas terpengaruh oleh tumpahan ini. Banyak kematian karena kangker akibat kontaminasi radiasi diperkirakan antara beberapa ribu hingga lebih dari 100.000 orang.[13]
Selain bahaya kebocoran seperti di Chernobyl , resiko lainnya yakni bahaya radioaktif yang masih mengancam seusai pembangkit itu selesai dipakai. Ia menyebutkan tanda-tanda yang dialami saat terkena radio aktif nuklir itu. Gejala yang muncul dalam relatif singkat yakni pusing, muntah, rambut rontok, gigi tanggal dan penuaan dini. Soal penuaan dini ini, ia pernah bertemu korbannya berusia 13 tahun yang berubah seperti neneknenek dalam waktu 3 bulan. Menurutnya hal ini berbahaya bila zat radioaktif ini masuk ke rantai makanan. “Yang lebih berbahaya lagi, hal ini diturunkan secara genetis, .(diakses pada tanggal 11 juni 2010 pada pukul 20.30 dengan alamat www.tempointeraktif.com),
Serta dalam waktu minimal 30 tahun, tempat pembangkit terutama sumur pembangkit itu menjadi sangat radiatif. “Dalam jangka waktu itu tempat itu tidak bisa dibiarkan, diurug, digunakan untuk makhluk hidup atau apapun. Karena umur radioaktif nuklir ini sangat panjang dengan kekuatan yang lama pula
Selain resiko kecelakaan, masalah pembuangan limbah radioaktif belum dipecahkan dengan baik bahkan pada pembangkit nuklir yang beropersi dengan aman. Saat ini, limbah PLTN menjadi masalah bagi pengelola di negara maju. Mereka mempersoalkan bagaimana membuang limbah itu mengingat bahaya radioaktifnya itu. Bahaya radioaktif nuklir selama ini, kata dia, tak pernah diberitahukan kepada masyarakat, Mengingat bahayanya, masa depan reactor nuklir sangat tidak cerah. Apa yang semula di anggap sebagai pemecahan terbaik bagikebutuhan akan energi di abad 21 sekarang diperdebatkan oleh para ilmuan dan para orang awam.(diakses pada tanggal 11 juni 2010 pada pukul 20.30 dengan alamat www.tempointeraktif.com),
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Teknologi dan teknik penggunaan nuklir dapat memberikan manfaat dan kontribusi yang sangat besar untuk pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Misalnya, nuklir dapat digunakan di bidang pertanian, Di bidang kedokteran, Di bidang energi, nuklir dapat berperan sebagai penghasil energi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). PLTN dapat menghasilkan energi yang lebih besar dibandingkan pembangkit lainnya, dengan limbah dan biaya operasi yang lebih rendah.
Kemudian selain memberi manfaat, tenaga nuklir dapat juga berdampak negatif, Selain bahaya kebocoran seperti di Chernobyl , resiko lainnya yakni bahaya radioaktif yang di pancarkan. Karena pancaran radiasi akan berdampak buruk pada baik pada lingkungan maupun terhadap manusia yang ada disekitarnya. Selain resiko kecelakaan, masalah pembuangan limbah radioaktif belum dipecahkan dengan baik bahkan pada pembangkit nuklir yang beropersi dengan aman. Saat ini, limbah PLTN menjadi masalah bagi pengelola di negara maju. Mereka mempersoalkan bagaimana membuang limbah itu mengingat bahaya radioaktifnya yang ditimbulkan yang dapat berdampak buruk.
DAFTAR PUSTAKA
Braddy, James. E. 1999. Kimia Universitas Asas dan Struktur. Jakarta : Binarupa
Aksara
Chang, Raymond. 2005. kimia dasar konsep-konsep inti. Jakarta : erlangga
Petrucci, Ralph. H. 1987. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern. Jakarta :
Erlannga
http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/jawamadura/2004/06/19/brk,20040619-18,id.html[1] Raymond chang. kimia dasar konsep-konsep inti . Erlangga. Jakarta . Hal 268
[2] James E braddy. Kimia universitas. Binarupa aksara. Jakarta . Hal 566
[3] James E braddy. Kimia universitas. Binarupa aksara. Jakarta . Hal 567
[4] Ibid 568
[5] Raymond chang. kimia dasar konsep-konsep inti. Erlangga. Jakarta . Hal 272
[6] Ibid.273
[7] Raymond chang. kimia dasar konsep-konsep inti. Erlangga. Jakarta . Hal 273
[8]. Ibid. 274
[9] Iibid. 274
[10] Ralph h. petruci. Kimia dasar prinsip dan terapan. Erlangga. Jakarta . Hal 232
[11] Raymond chang. kimia dasar konsep-konsep inti. Erlangga. Jakarta . Hal 274
[12] James E braddy. Kimia universitas. Binarupa aksara. Jakarta . Hal 569
[13] Raymond chang. kimia dasar konsep-konsep inti. Erlangga. Jakarta . Hal 275
Langganan:
Komentar (Atom)









